Mencoba Mendalami Peran

Pendidikan Tata Busana, mungkin memang dulu saya pernah bernggapan bahwa program studi ini merupakan jalan saya untuk menggapai sebuah kesuksesan, dengan gambaran awal ketika saya memilih prodi ini di salah satu Universitas ternama di kota Malang yaitu Universtias Negeri Malang. Saya kelak akan menjadi seorang guru yang memiliki kemampuan lebih di bidang busana, sehingga bisa juga bekerja sebagai seorang desainer. Namun semua itu memang memiliki rintangan yang berbeda beda, dimana saya harus menempuh kuliah dengan waktu 4 tahun hingga kelulusan, melakukan beberapa kegiatan dan melaksanakan beberapa program yang sudah menjadi ketentuan.

Setiap tahapan memiliki tingkat kesulitas masing masing, sama halnya dengan dunia perkuliahan, dimana dari semester ke semester bwrikutnya memiliki tinggat kesulitan yang berbeda. Dan itu menurut saya mulai terasa di semester remaja belum sampai tua. Awal tahun 2022 tepatmya dibulan Maret UM mengadakan program kuliah terbaru yang mwngikuti kurikulum MBKM, program tersebut dikenal dengan sebutan AM atau dengan nama panjangnya adalah Asistensi Mengajar. Program ini memang terbilang sangat bagus dimana program ini mengajak mahasiswa untuk lebih belajar mendalami perannya sebagai guru, mulai dari mengajar, mungurus adminiatraso, mengenai lingkungan dan juga kegiatan sekolah, serta masih banyak hal yang harus dipelajari untuk menjadi seorang guru yang berkompeten.

Namun menurut saya, ada sedikit kendala dengan adanya Asistensi Mengajar ini, dimana waktu pelaksanaannya tergolong lama, sekitar 5 bulan jika dihitung bersihnya. Sehingga mata kuliah yang harusnya dipelajari selama satu semester tersebut akan terkonversi dengan penilaian dari Asisteni Mengajar yang sudah dilakukan oleh Mahasiswa.

Namun, untuk saat itu saya berfikir mungkin ini merupakan sebuah kesempatan untuk mulai mendalami peranku. Jadi saya mengambil kesempatan ini untuk mengikuti serangkaian kegiatan dari program Asistensi Mengajar. Akan kuceritakan tahapan kisahku/ mari mendalami peran bersama ceritaku

Masih Mencari Tau  

Ketika awal program Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau yang disingkat dengan MBKM ini muncul. Terutama MBKM dari Universitas Negeri Malang saya mulai mencari informasi terkait kegiatan berikut, baik mulai dari ketentuan dan syarat yang mengikuti program. Tak hanya itu saya dan semua teman teman dari S1 Pendidikan Tata Busana mengikuti pendaftaran serta pembekalan dari pihak kampus terkait beberapa hal yang perlu diperhatikan selama mengikuti kegiatan Asistensi mengajar ini. pada tahapan selanjutnya mahasiswa yang akan mengikuti program ini diarahkan untuk mengisi formular pendaftaran, memenuhi berkas berkas pendukung, serta beberapa ketentuan lainnya. kemudian seteah proses pendaftaran selesai, jeda beberapa hari mahasiswa sudah bisa memilih sekolah mitra yang diinginkan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan Asistensi Mengajar. Pada saat itu, sebenarnya aku memilih sekolah di area kota Malang dengan harapan lokasi sekolah mitra dekat dengan kost dan juga kampus. Namun ternyata kuota mahasiswa Asistensi Mengajar di beberapa sekolah mitra area malang sudah terpenuhi,oleh karena itu saya memilih sekolah mitra yang berada di area Batu, saya memilih SMKN 1 Batu sebagai tempat pelaksanaan Asistensi mengajar Angkatan 2 ini. tentunya dalam kegiatan ini, saya tidak sendirian, dimana ada beberapa kelompok dari jurusan yang berbeda beda. Untuk mahasiswa yang bertugas di SMKN 1 Batu ini ada 6 orang dari jurusan Tata Busana, 6 orang dari jurusan Tata Boga, dan ada 3 orang mahasiswa dari Jurusan Sejarah   

Mengenali

Proses ini dimulai dari kegiatan observasi sekolah, dalam proses ini kita diarahkan untuk mengenali lingkungan sekolah, kegiatan disekolah, guru guru di sekolah dan beberapa hal lainnya. selanjutnya sesuai jadwal kegiatan dari program ini adalah kegiatan pengantaran mahsiswa ke sekolah mitra. Dimana di SMKN 1 Batu ini pengantaran mahasiswa bertujuan untuk memberikan pengertian kepada mahasiswa bahwa kita selaku mahasiswa akan melakukan kegiatan di sekolah selama kurang lebih 20 minggu. Pada saat pengantaran mahasiswa, saya dan teman-teman diantarkan oleh  salah satu dosen Tata Boga UM yaitu ibu Dr. Titi Mutiara Kiranawati, M.P. dalam kegiatan ini, kami mashasiswa Asistensi Mengajar dari Um diterima dengan baik oleh kepala sekolan dan juga guru yang bertugas di SMK Negeri 1 Batu.

Setelah kegiatan obesrvasi dan juga pengantaran mahasiswa AM, rangkaian kegiatan selanjutnya adalah Focus Group Discussion atau yang sering disebut dengan FGD, Kegiatan FGD ini dihadiri oleh beberapa pihak terkait, mulai dari kepala sekolah, Mahasiswa AM, guru pamong, wakil kepala sekolah dan juga perwakilan dari dosen pembimbing. Dalam kegiatan ini mahasiswa bersama guru pamong merancang rangkaian kegiatan yang akan dilakukan selama program Asistensi Mengajar di SMK Negeri 1 Batu. Hasil rancangan kegiatan disampaikan Ketika FGD berlangsung oleh perwakilan mahasiswa dari setiap jurusan. Setelah penyampaian rangkaian kegiatan oleh mahasiswa, dilanjutkan dengan penyampaian saran dan juga kritik dari pihak pihak terkait.

Ada beberapa bahasan yang masih saya ingat ketika FGD berlangsung terkiat dengan “kepekaan anak jaman sekarang”. Menurut ibu dosen, kepala sekolah, dan beberapa guru lainnya juga membenarkan bahasan tersebut. Beliau menganggap bahwa generasi di masa ini memiliki kepekaan yang kurang pada lingkungan sekitar. Generasi dimasa sekarang sudah termasuk dalam generasi baru, memang sudah sangat berbeda dengan generasi generasi terdahulu.

 

Mencoba mendalami

Mendalami dan masih mencoba untuk mencari peranku disini. Pada dasarnya dalam kegiatan ini, semua mahasiswa Asistensi Mengajar diarahkan untuk memahami setiap rangkaian kegiatan yang ada disekolah, baik kegiatan akademik, non akademik dan juga administrasi. Jadi, untuk kegiatan kali ini mahasiswa tidak hanya bertugas untuk mengajar saja.

Hari demi hari mulai berlalu tibalah saatnya siswa masuk sekolah secara offline dengan kebijakan yang baru paska maraknya pademi Covid-19. Saat itulah saya benar benar mencoba mendalami peran saya sebagai guru. mulai dari mempersiapkan proses pembelajaran dari pembuatan RPP dengan persetujuan dari guru pamong, kemudian membuat media pembelajaran berupa handout dan juga PPT untuk presentasi materi kepada siswa, membuat soal Latihan hingga proses penilaian siswa. Banyak proses yang perlu dilalui dalam satu pertemuan. Selain itu, saya juga berusaha untuk mengenali karakteristik setiap siswanya, memahami serta mengamati aktivitas siswa selama proses pembelajaran, dan beberapa kegiatan lainnya. Tak hanya itu, selayaknya seorang guru saya juga mulai belajar untuk menyelesaikan masalah siswa di sekolah selama proses pembelajaran. sampai pada akhirnya saya menemukan salah satu kendala yang dikeluhkan oleh Sebagian besar siswa. Dimana siswa sulit untuk menyelesaikan tugas dari mata pelajaran Teknologi Menjahit.

Pada saat itu dimasa transisi antara sekolah online dan offline kebijakan sekolah memberikan waktu dua jam pelajaran atau sekitar 70 menit untuk mata pelajaran produktif. Jam Pelajaran yang tergolong singkat untuk mata pelajaran produktif (Teknologi Menjahit) membuat siswa kesulitan untuk menyelesaikan tugas disekolah. Alhasil siswa diharuskan untuk mengerjakan tugas tersebut diluar jam sekolah, sedangkan tidak semua siswa memiliki beberapa fasilitas seperti mesin jahit ataupun mesin obras. Dari masalah ini, saya berusaha untuk membantu siswa dalam pengerjaan tugas tugasnya dengan cara memberikan jam tambahan kepada siswa diluar jam sekolah siswa. Dengan memanfaatkan fasilitas sekolah seperti mesin jahit, saya mengijikan siswa untuk melaksanakan jam tambahan disekolah dan tentunya sudah diijinkan oleh guru dari jurusan Tata Busana di SMKN 1 Batu. Dengan pelaksanaan jam tambahan ini saya berharap siswa mampu menyelesaikan tugas tugasnya sesuai dengan deadline yang sudah ditentukan.

Beralih dari kegiatan akademik, tentunya saya sebagai mahasiswa juga melakukan kegiatan lainnya baik dari bidang non akademik dan juga administrasi. Di SMKN 1 Batu ini, banyak kegiatan kegiatan non akadmik seperti kegiatan Pondok Ramadhan, pameran, workshop, halal Bihalal, cassmeet, dan juga banyak kegiatan lainnya. serta di bagian administrasi, mahasiswa juga berperan untuk membantu kegiatan kegiatan waka. Kebetulan di kegiatan Asistensi Mengajar ini saya juga membantu kegiatan waka di bidang PSDM, Humas, peningkatan mutu, dan juga kesiswaan.  

Saya Mengerti

Dari beberapa kegaitan yang sudah saya lakukan selama program kegiatan Asistensi Mengajar ini saya mengerti bahwa untuk berperan sebagai guru itu sangatlah tidak mudah, banyak hal yang menjadi tanggung jawab seorang guru. banyak pengalaman yang saya dapatkan dalam kegiatan ini, dimana saya harus bisa menempatkan diri di berbagai situasi, mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, membawa diri dengan baik, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan, mampu melihat situasi di sekitar dengan baik, mengenali karakter siswa, membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di sekolah serta banyak hal lainnya.

Terimakasih pengalaman ini merupakan salah satu pengalaman besar dalam kehidupan saya

Komentar

Posting Komentar